Dear Rodovidians, today, 2026-03-01, at 16:30 UTC the next upgrade step will be started.
During the upgrade, the database will be locked to read-only mode.
ETA: depends on localisation. On average – a couple of hours per localisation.

Bhatara Narasinghamurti / Mahisa Campaka (Ratu Angabhaya) † 1269

Z Rodovid CS

Osoba:330122
Přejít na: navigace, hledání
Rod Wangsa Rajasa
Pohlaví Muž
Jméno a příjmení (rodné) Bhatara Narasinghamurti / Mahisa Campaka
Další příjmení Ratu Angabhaya
Rodiče

Mahisa Wonga Teleng ? (Bhatara Parameswara) [Wangsa Rajasa]

[1]

Seznam událostí

narozeniny dítěte: Dyah Singamurti /Dyah Lembutal [Wangsa Rajasa]

narozeniny dítěte: Dyah Singamurti / Dyah Lembu Tal [Wangsa Rajasa]

titul: Raja Tumapel

1269 úmrtí:

Poznámky

Mahisa Campaka (lahir: ? - wafat: 1269) adalah tokoh dalam Pararaton yang dianggap sebagai nama asli dari Bhatara Narasinghamurti, yaitu kakek Raden Wijaya, pendiri Kerajaan Majapahit.

[sunting] Riwayat dalam Pararaton Menurut Pararaton, Mahisa Campaka adalah putra dari Mahisa Wonga Teleng putra Ken Arok pendiri Kerajaan Tumapel (atau lebih terkenal Singhasari). Namanya muncul pertama kali dalam kisah pelantikan Tohjaya sebagai raja Tumapel menggantikan Anusapati tahun 1249.

Akibat hasutan dari pembantunya yang bernama Pranaraja, Tohjaya berniat membunuh Mahisa Campaka dan sepupunya, Ranggawuni (putra Anusapati) karena keduanya dianggap berbahaya terhadap kelangsungan takhta. Usaha pembunuhan itu gagal. Mahisa Campaka dan Ranggawuni justru mendapat dukungan kuat dari tentara Tumapel dan berbalik menggulingkan Tohjaya tahun 1250.

Setelah Tohjaya tewas, Ranggawuni menjadi raja Tumapel bergelar Wisnuwardhana, sedangkan Mahisa Campaka menjabat Ratu Angabhaya bergelar Bhatara Narasinghamurti. Keduanya memerintah berdampingan. Hal itu dimaksudkan untuk menciptakan kerukunan di antara keturunan Ken Arok (dalam hal ini diwakili Narasinghamurti) dan keturunan Tunggul Ametung (yang diwakili Wisnuwardhana). Pemerintahan bersama itu dalam Pararaton diibaratkan seperti dua ular dalam satu liang.

[sunting] Nama Asli Narasinghamurti Nama Narasinghamurti juga terdapat dalam Nagarakretagama yang ditulis pada tahun 1365. Dikisahkan bahwa, Wisnuwardhana dan Narasinghamurti memerintah bersama di Tumapel bagaikan sepasang dewata, Wisnu dan Indra.

Nama Narasinghamurti juga ditemukan dalam prasasti Penampihan, sehingga dapat dipastikan kalau nama ini bukan sekadar ciptaan Pararaton atau Nagarakretagama. Akan tetapi, Mahisa Campaka sebagai nama asli Narasinghamurti hanya terdapat dalam Pararaton yang ditulis ratusan tahun sejak kematiannya, sehingga kebenarannya perlu untuk dibuktikan.

Prasasti Mula Malurung yang dikeluarkan oleh Wisnuwardhana tahun 1255 mencantumkan daftar nama para raja bawahan Tumapel namun tidak menyebutkan adanya nama Narasinghamurti di dalamnya. Hal ini terasa aneh karena menurut Pararaton dan Nagarakretagama, Narasinghamurti adalah tokoh penting dalam pemerintahan Wisnuwardhana.

Namun demikian, dalam daftar tersebut ditemukan nama yang mirip dengan Narasinghamurti yaitu Narajaya penguasa Hering. Selain itu, Narajaya juga disebut sebagai sepupu raja. Sejarawan Slamet Muljana menganggap Narajaya sebagai nama asli Narasinghamurti, sedangkan Mahisa Campaka adalah nama ciptaan Pararaton.

[sunting] Akhir Hayat Prasasti Penampihan yang dikeluarkan oleh Kertanagara (putra Wisnuwardhana) menyebut Narasinghamurti meninggal dunia tahun 1269.

Menurut Pararaton Narasinghamurti memiliki putra bernama Raden Wijaya yang kelak mendirikan Kerajaan Majapahit. Sementara itu, Nagarakretagama menyebut Raden Wijaya adalah putra Lembu Tal putra Narasinghamurti. Dengan kata lain, Raden Wijaya adalah cucu Narasinghamurti.

Zdroje

  1. Kepustakaan - * R.M. Mangkudimedja. 1979. Serat Pararaton Jilid 2. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah
    • Slamet Muljana. 2005. Menuju Puncak Kemegahan (terbitan ulang 1965). Yogyakarta: LKIS
    Slamet Muljana. 1979. Nagarakretagama dan Tafsir Sejarahnya. Jakarta: Bhra

Od prarodičů ke vnukům

Prarodiče
Ken Arok / Sri Ranggah Rajasa Amurwabhumi
naroz.: 1182, East Java
sňatek: Ken Umang
sňatek: Ken Dedes
titul: od 1222 do 1227, Raja Singhasari dengan gelar Rajasa
úmrtí: 1227
Prarodiče
Rodiče
? Putri
naroz.:
Panji Tohjoyo / Apanji Tohjaya
titul: od 1249 do 1250, Tumapel, Raja Singasari
úmrtí: 1250
Dewi Rumbi
naroz.:
Prabhu Guningbhaya ? (Agnibhaya)
titul: bl. 1230, Kahuripan, Raja Kediri
Rodiče
 
== 3 ==
== 3 ==
Děti
Děti
Vnuci
Vnuci

Osobní nástroje
V jiných jazycích